Senin, 23 Juni 2014

Benalu, Tumbuhan Inang Bermanfaat

       Benalu bukan tumbuhan yang asing lagi di telinga kita. Bahkan kita hampir menemui tumbuhan ini setiap hari. Benar, benalu adalah tumbuhan parasit yang tumbuh pada tubuh inangnya. Tentunya, keberadaan benalu ini sangatlah merugikan bagi inangnya tersebut, selain mencuri zat-zat makanan inangnya, benalu juga menghambat pertumbuhan inangnya tersebut. Sehingga tak jarang, tumbuhan yang ditumbuhi oleh benalu ini sebagian besar layu dan bahkan mati. 




     Namun, siapa sangka, tumbuhan yang selama ini kita anggap sebagai parasit ini memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Secara historis, benalu sudah dikenal sebagai obat antirematik dan antihipertensi sejak zaman Hipokrates. Pada tahun 1920, Rudolf Steiner menemukan khasiat benalu sebagai obat kanker. Bahkan di Jerman saat ini pun sudah mengembangkan produk obat dari benalu  dalam secara suportif.
     Seorang peneliti Indonesia dari LIPI, Nina Artanti, sedang meneliti manfaat benalu nangka dan benalu belimbing. Menurut penelitian dilakukan oleh Nina dan tim, benalu belimbing mengandung senyawa kimia quersitrin (quesrcitrin-3-rhamnoside) yang merupakan agen aktif antioksida, yang memiliki khasiat untuk mengecilkan ukuran tumor.
     Kandungan zat kimia dan beberapa tanaman benalu antara lain :Dendrophthoe pentandra : ranting dan daunnya mengandung glucoside quercitrin dan mellissyl alcohol, Viscum album : dari hasil pengujian asam amino terhadap larutan segarnya menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung arginine, asparagine, proline, cysteic acid, dan hidroxilysine
      Secara umum, zat yang terdapat dalam benalu lebih ditentukan oleh kandungan zat yang terdapat dalam tanaman inang. Benalu yang tumbuh pada tanaman jambu misalnya, bisa berbeda kandungan zat kimianya dengan benalu yang tumbuh pada pohon beringin. Masyarakat beranggapan, benalu yang tumbuh pada tanaman tertentu saja yang berkhasiat menyembuhkan suatu penyakit. Benalu tertentu yang tumbuh pada tanaman teh dan kopi banyak dicari orang karena memiliki khasiat menyembuhkan kanker. Kedua tanaman inang yang ditumbuhi benalu ini memiliki kemiripan kandungan zat kimianya. Tanaman teh yang diambil daunnya, mengandung sekitar 1-4% kofein, 7-15% tannin, dan sedikit minyak atsiri. Sedangkan tanaman kopi yang diambil bijinya, terdapat 1-3% kofeina, 15% dekstrin, 11-14% protein, 1-2% asam kofeinat, adenin, ksantin serta alkali fosfat dan alkali karbonat.
    Menurut catatan S. Sutanti B. R. N. Dkk ( 1982 ) menjelaskan bahwa penderita kanker rahim dapat sembuh setelah meminum air seduhan benalu teh kering . Benalu teh juga dikenal sebagai obat tumor atau kanker lainnya. Selain benalu yang tumbuh pada pohon sawo dapat juga menyembuhkan tumor payudara yang kambuh dan harus dioperasi, dan benalu juga dapat dipakai sebagai obat penyakit cacar air , diare, dan cacing tambang. Selain itu ada juga benalu jeruk nipis, benalu beringin, dan benalu teh dengan ramuan tertentu dapat menyembuhkan penyakit tumor.
         Benalu juga dimanfaatkan di berbagai negara diantaranya.
1.      California
Arcerdhobium occidentale adalah benalu yang hidup di tanaman perkebunan di daerah utara California. Benalu ini dimanfaatkan oleh orang Yuki Indian untuk obat lemah pencernaan. Cara penggunaannya, benalu dicampurkan dengan teh dan diminum. Obat ini dikenal dengan nama Sha Le Ko Em
2.      Assam
Tumbuhan yang tumbuh ditanaman teh, bentuk dan ukuran daunnya mirip daun teh. Acapkali pucuk benalu terpetik oleh para pekerja bersama pucuk teh. Hasil Pencampuran daun benalu dan teh tersebut menimbulkan rasa pahit. Dewasa ini teh benalu lebih dikenal ole masyarakat sebagai obat, disamping benalu yang tumbuh di tanaman kelor, sawo, beringin, maupun benalu yang tumbuh pada tanaman jeruk nipis. Konon kesemuanya berkhasiat obat untuk tumor.
3.      Indocina
Pada masa lau orang – orang Vietnam mencampur daunDendrophthoe pentandra ( L ) Miq. Dengan teh untuk obat pilek. Daun dari Helixanthera dimanfaatkan untuk pengobatan sakit perut. Daun Maerosolen cochinchinensis digunakan untuk menyiapkan minuman seperti teh, dan buahnya digunakan untuk obat gangguan dari pilek atau kedinginan.
4.      Cina
Semua bagian dari Scurrula parasitica L. Yang telah dikeringkan, digunakan untuk memperkuat ginjal, menenagkan uterus saat hamil, menguatkan tulang, mengurangi pembengkakan, mengurangi rasa sakit dibagian belakang dan dilutut, serta menurunkan tekanan darah tinggi. Ranting dan daun Loranthus yodoriki Maxim digunakan sebagai obat berharga untuk pria.
5.      Malay Pesilvania
Daun Dendropthoe pentandra (L) Miq . digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit setelah melahirkan. Selain itu dapat mengatasi sakit ringan akibat luka. Daun Dendrophthoe grandifons ( KING ) Danser digunakan sebai obat cacing gelang.
6.      Filipina
Loranthus philippensis ( Cham & Schelht) dan inangnyaVitex negundo L. Direbus kemudian diminum malam dan pagi hari untuk mengobati pilek. Ranting tanaman yang dirajang lalu dijadikan bubukan dan direbus dengan air bermanfaat untuk obat kumur ( cuci mulut ).
7.      Birma
Pasta dari bubukan Viscum orientale Wild digunakan sebagai antiphlogistic
8.      Korea
Ranting dan daun benalu sebagai obat tonic untuk pengobatan pilek.
9.      Taiwan
Viscum articulatum Burm. F. Digunakan untuk neuralgia
10.  Malaysia
Tumbuhan benalu yang tumbuh pada tanaman lagundi (Vitex negundo)  dimanfaatkan untuk obat pilek. Cara penggunaannya, benalu dicampurkan dengan lagundi kemudian direbus dan diminum .
11.  Indonesia
Di Indonesia sendiri, benalu umumnya dijadikan sebuah herbal dan digunakan untuk mengobati penyakit kanker, amandel dan campak.
 1. Tumor dan Kanker
    Bahan: 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1
    batang rumput alang-alang, adas palawaras secukupnya. 
    Cara Membuat: semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai
    mendidih, kemudian disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari  ½ gelas.

2. Amandel
    Bahan: 1 batang benalu yang menempel pada 1 pohon jeruk nipis,
    adas palawaras secukupnya. 
    Cara Membuat: kedua bahan direbus dengan 3 gelas air  sampai
    mendidih, kemudian disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari  ½ gelas.

3. Campak
    Bahan: 1-2 batang benalu adas pulasari secukupnya.
    Cara Membua: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
    halus.
    Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak bagi yang kena

    campak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar